April 21st, 2014

Awasi Sakit Kepala Anda!

Sakit kepala adalah keluhan yang paling sering terjadi pada seseorang dan membawa seseorang untuk berobat ke dokter. Setiap orang setidaknya pernah mengeluhkan sakit kepala sekali seumur hidupnya, termasuk Anda.

Sekitar separuh penderita sakit kepala datang berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan separuh sisanya cenderung mengobati sakit kepala mereka sendiri dengan obat yang sangat mudah ditemukan di warung/toko/apotek terdekat (Over The Counter Drugs).  Pengobatan dengan obat-obatan sederhana ini ternyata bisa menghilangkan atau mengobat sekitar 90% kasus sakit kepala yang ada.. Bagaimana dengan 10% nya? Sekitar 10% nya perlu dimanajemen secara khusus oleh dokter, baik karena alasan sakit kepala yang berlanjut meskipun sudah mengonsumsi obat ataupun sakit kepala yang menunjukkan adanya penyakit lain yang lebih berbahaya.

Mengenal Sakit Kepala

Sakit kepala (nyeri kepala) secara medis didefinisikan sebagai suatu rasa nyeri atau rasa yang tidak enak pada daerah kepala, termasuk meliputi daerah wajah dan tengkuk leher.

Terdapat tiga jenis sakit kepala yang sering muncul dan dikeluhkan, yakni Tension Type Headache (TTH), Migren, dan Cluster Headache. Bagaimana membedakan ketiganya?

Gambar  1 Lokasi Sakit Kepala (TTH, Migren, Cluster)

Jika sakit kepala Anda terasa seperti di kedua sisi kepala serta tengkuk leher seperti diremas dengan kencang, diikat, atau ditindih beban berat tanpa disertai rasa berdenyut, mual, muntah, atau rasa sensitif ketika melihat cahaya, maka kemungkinan besar sakit kepala yang anda derita adalah Tension Type Headache (TTH). TTH ini merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dikeluhkan. Penderita TTH biasanya mengeluhkan sakit kepala yang muncul berulang kali terutama pada saat penderita sedang stress, kurang tidur, atau terlambat makan dan dapat bertahan hingga 7 hari apabila tidak diobati. Biasanya TTH paling sering diderita oleh perempuan dalam usia produktif. TTH ini biasanya dirasakan penderitanya di kedua sisi kepala bahkan sampai tengkuk leher dan bahu. Prinsip utama penanganan TTH meliputi modifikasi gaya hidup untuk mengurangi kekambuhan nyeri kepala yakni mengenali pencetus munculnya sakit kepala tersebut dan menghindarinya. Apabila sakit kepala muncul saat Anda kurang tidur, maka sebisa mungkin jangan bekerja terlalu larut dan tidurlah secepatnya. Untuk pengobatannya farmakologisnya sendiri, TTH biasa dihilangkan dengan obat analgetik atau NSAID (Obat Antiinflamasi Non Steroid) seperti Paracetamol 1000 mg (2 tablet) atau Ibuprofen 400 mg (1 tablet). Selain itu, terapi relaksasi dan pemijatan juga dianggap mampu mengurangi rasa sakit dari TTH. Namun, perlu diingat bahwa meskipun sudah diobati, TTH akan tetap muncul APABILA ANDA TIDAK MAMPU MENGONTROL FAKTOR PEMICU/PENCETUS TTH ANDA. Bagaimana jika TTH anda sangat sering muncul? Lebih dari 10 kali setiap bulan? Maka segeralah berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih pengobatan yang tepat mengenai dua hal, PENCEGAHAN dan PENGOBATAN TTH Anda.

Bagaimana bila sakit kepala yang muncul seperti berdenyut? hanya terasa di separuh kepala? disertai mual, muntah, dan rasa sensitif terhadap cahaya, serta diperberat dengan aktivitas fisik? Maka kemungkinan besar sakit kepala yang anda derita adalah Migren. Perlu diketahui bahwa migren ternyata tidak selalu dirasakan di satu sisi kepala saja (unilateral), terkadang Migren juga bisa muncul sebagai sakit kepala yang menyerang kedua sisi kepala. Poin paling penting mengenai migren adalah bahwa sakit kepala tipe ini selalu terasa seperi berdenyut (dipukul-pukul) serta disertai mual, muntah, dan rasa sensitif ketika melihat cahaya atau mendengar suara keras. Sakit kepala tipe Migren biasanya bisa bertahan 4-72 jam apabila tidak diobati. Jarang sekali sakit kepala tipe ini bertahan lebih dari 3 hari. Bagaimana cara menangani Migren? Penanganan yang paling penting adalah dengan menghindari pencetus nyeri seperti perubahan pola tidur, stress, dan cahaya terang. Untuk penanganan dengan obat, bisa menggunakan Paracetamol 3x500 mg (1 tab) atau Aspirin 4x500 mg (1 tab). Apabila setelah menggunakan obat-obatan ini Migren Anda masih berlangsung, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih terapi pengobatan selanjutnya menggunakan obat-obatan spesifik seperti Sumatriptan atau Ergotamin.

Tipe sakit kepala yang terakhir memiliki karakter berupa nyeri kepala yang sangat hebat, bersifat tumpul di sekitar mata atau pelipis di SATU SISI KEPALA SAJA dan disertai oleh gejala mata merah dan berair, hidung tersumbat, beringus, serta bengkak di bagian mata DI SISI YANG SAMA DENGAN MUNCULNYA SAKIT KEPALA. Sakit kepala yang seperti ini dinamakan Cluster Headache. Biasanya serangan sakit kepala ini tidak lebih dari 2 jam akan tetapi bisa terjadi berulang kali dalam satu hari (1-8 kali sehari). Penanganan sakit kepala ini cukup berbeda dengan dua tipe sebelumnya. Apabila kedua tipe yang sebelumnya bisa dihilangkan dengan obat analgetik (anti nyeri), sakit kepala tipe ini memerlukan penanganan khusus seperti penggunaan masker oksigen atau suntikan obat tertentu seperti Ergotamin atau Sumatriptan. Oleh karena itu, apabila Anda menderita sakit kepala tipe yang terakhir ini, segera disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda.

Gambar  2 Perbedaan Sakit Kepala Primer

Sakit Kepala yang Berbahaya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan khusus dari dokter. Jenis yang pertama seperti yang dikatakan sebelumnya adalah TTH, Migren, atau Cluster Headache yang tidak membaik dengan pengobatan umumnya (pengobatan yang sudah disebutkan penulis di atas). Satu jenis sakit kepala lain yang TIDAK BOLEH DIANGGAP REMEH dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter adalah Sakit Kepala yang berhubungan dengan penyakit lain yang lebih berbahaya, seperti Stroke, Infeksi Otak, Tumor Otak, serta gangguan otak lainnya. Sakit kepala ini kita namakan sebagai Sakit Kepala Sekunder (Secondary Headache).

Jika begitu penting, bagaimana membedakan jenis sakit kepala tersebut dengan jenis sakit kepala lain yang tidak berbahaya seperti TTH, Migren, atau Cluster?

Jenis sakit yang berbahaya tersebut bisa muncul dalam bentuk TTH, Migren, atau Cluster, sehingga biasanya penderita tidak sadar mengenai hal tersebut. Sering kali sakit kepala yang berbahaya ini dikira sakit kepala biasa dan terlambat dikonsultasikan ke dokter. Terdapat beberapa tanda sakit kepala yang harus Anda waspadai sebagai sakit kepala yang berbahaya, yakni:

  • Sakit kepala Anda memberat dengan cepat (progresif)
  • Sakit kepala yang sampai membangunkan Anda dari tidur
  • Sakit kepala ini baru pertama Anda alami atau berbeda dengan pola sakit kepala yang biasa Anda rasakan
  • Sakit kepala yang Anda rasakan merupakan sakit kepala yang paling nyeri dari semua sakit kepala yang pernah ada
  • Anda berada di usia lebih dari 40 tahun atau kurang dari 5 tahun dan mengalami sakit kepala hebat
  • Sakit kepala Anda memberat atau lebih sakit ketika Anda batuk, mengedan, bersin, beraktivitas berat, atau ketika Anda berhubungan seksual
  • Anda memiliki risiko kanker (riwayat keluarga dengan kanker) dan mengalami sakit kepala pertama kali atau mengalami perubahan pola nyeri kepala
  • Adanya penurunan kesadaran (anda merasa bingung, linglung, atau pingsan) serta kejang saat sakit kepala muncul
  • Ada rasa kelemahan sesisi tubuh, bicara pelo, bibir mencong, suka tersedak, hilangnya pengelihatan, adanya pengelihatan ganda (double), baal sesisi tubuh, sakit perut hebat, atau muntah menyemprot sebelum-saat-sesudah sakit kepala muncul

Apabila sakit kepala anda memiliki salah satu karakter di atas, maka inilah saatnya anda berkonsultasi dengan dokter anda sesegera mungkin, karena kemungkinan besar sakit kepala anda adalah sakit kepala sekunder yang berhubungan dengan penyakit yang lebih berbahaya.

Demikian, tulisan mengenai sakit kepala. Semoga membantu menambah pengetahuan anda…. (MWRK)

April 20th, 2014

Awasi Sakit Kepala Anda!

Sakit kepala adalah keluhan yang paling sering terjadi pada seseorang dan membawa seseorang untuk berobat ke dokter. Setiap orang setidaknya pernah mengeluhkan sakit kepala sekali seumur hidupnya, termasuk Anda.

Sekitar separuh penderita sakit kepala datang berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan separuh sisanya cenderung mengobati sakit kepala mereka sendiri dengan obat yang sangat mudah ditemukan di warung/toko/apotek terdekat (Over The Counter Drugs).  Pengobatan dengan obat-obatan sederhana ini ternyata bisa menghilangkan atau mengobat sekitar 90% kasus sakit kepala yang ada.. Bagaimana dengan 10% nya? Sekitar 10% nya perlu dimanajemen secara khusus oleh dokter, baik karena alasan sakit kepala yang berlanjut meskipun sudah mengonsumsi obat ataupun sakit kepala yang menunjukkan adanya penyakit lain yang lebih berbahaya.

Mengenal Sakit Kepala

Sakit kepala (nyeri kepala) secara medis didefinisikan sebagai suatu rasa nyeri atau rasa yang tidak enak pada daerah kepala, termasuk meliputi daerah wajah dan tengkuk leher.

Terdapat tiga jenis sakit kepala yang sering muncul dan dikeluhkan, yakni Tension Type Headache (TTH), Migren, dan Cluster Headache. Bagaimana membedakan ketiganya?

Gambar  1 Lokasi Sakit Kepala (TTH, Migren, Cluster)

Jika sakit kepala Anda terasa seperti di kedua sisi kepala serta tengkuk leher seperti diremas dengan kencang, diikat, atau ditindih beban berat tanpa disertai rasa berdenyut, mual, muntah, atau rasa sensitif ketika melihat cahaya, maka kemungkinan besar sakit kepala yang anda derita adalah Tension Type Headache (TTH). TTH ini merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dikeluhkan. Penderita TTH biasanya mengeluhkan sakit kepala yang muncul berulang kali terutama pada saat penderita sedang stress, kurang tidur, atau terlambat makan dan dapat bertahan hingga 7 hari apabila tidak diobati. Biasanya TTH paling sering diderita oleh perempuan dalam usia produktif. TTH ini biasanya dirasakan penderitanya di kedua sisi kepala bahkan sampai tengkuk leher dan bahu. Prinsip utama penanganan TTH meliputi modifikasi gaya hidup untuk mengurangi kekambuhan nyeri kepala yakni mengenali pencetus munculnya sakit kepala tersebut dan menghindarinya. Apabila sakit kepala muncul saat Anda kurang tidur, maka sebisa mungkin jangan bekerja terlalu larut dan tidurlah secepatnya. Untuk pengobatannya farmakologisnya sendiri, TTH biasa dihilangkan dengan obat analgetik atau NSAID (Obat Antiinflamasi Non Steroid) seperti Paracetamol 1000 mg (2 tablet) atau Ibuprofen 400 mg (1 tablet). Selain itu, terapi relaksasi dan pemijatan juga dianggap mampu mengurangi rasa sakit dari TTH. Namun, perlu diingat bahwa meskipun sudah diobati, TTH akan tetap muncul APABILA ANDA TIDAK MAMPU MENGONTROL FAKTOR PEMICU/PENCETUS TTH ANDA. Bagaimana jika TTH anda sangat sering muncul? Lebih dari 10 kali setiap bulan? Maka segeralah berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih pengobatan yang tepat mengenai dua hal, PENCEGAHAN dan PENGOBATAN TTH Anda.

Bagaimana bila sakit kepala yang muncul seperti berdenyut? hanya terasa di separuh kepala? disertai mual, muntah, dan rasa sensitif terhadap cahaya, serta diperberat dengan aktivitas fisik? Maka kemungkinan besar sakit kepala yang anda derita adalah Migren. Perlu diketahui bahwa migren ternyata tidak selalu dirasakan di satu sisi kepala saja (unilateral), terkadang Migren juga bisa muncul sebagai sakit kepala yang menyerang kedua sisi kepala. Poin paling penting mengenai migren adalah bahwa sakit kepala tipe ini selalu terasa seperi berdenyut (dipukul-pukul) serta disertai mual, muntah, dan rasa sensitif ketika melihat cahaya atau mendengar suara keras. Sakit kepala tipe Migren biasanya bisa bertahan 4-72 jam apabila tidak diobati. Jarang sekali sakit kepala tipe ini bertahan lebih dari 3 hari. Bagaimana cara menangani Migren? Penanganan yang paling penting adalah dengan menghindari pencetus nyeri seperti perubahan pola tidur, stress, dan cahaya terang. Untuk penanganan dengan obat, bisa menggunakan Paracetamol 3x500 mg (1 tab) atau Aspirin 4x500 mg (1 tab). Apabila setelah menggunakan obat-obatan ini Migren Anda masih berlangsung, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih terapi pengobatan selanjutnya menggunakan obat-obatan spesifik seperti Sumatriptan atau Ergotamin.

Tipe sakit kepala yang terakhir memiliki karakter berupa nyeri kepala yang sangat hebat, bersifat tumpul di sekitar mata atau pelipis di SATU SISI KEPALA SAJA dan disertai oleh gejala mata merah dan berair, hidung tersumbat, beringus, serta bengkak di bagian mata DI SISI YANG SAMA DENGAN MUNCULNYA SAKIT KEPALA. Sakit kepala yang seperti ini dinamakan Cluster Headache. Biasanya serangan sakit kepala ini tidak lebih dari 2 jam akan tetapi bisa terjadi berulang kali dalam satu hari (1-8 kali sehari). Penanganan sakit kepala ini cukup berbeda dengan dua tipe sebelumnya. Apabila kedua tipe yang sebelumnya bisa dihilangkan dengan obat analgetik (anti nyeri), sakit kepala tipe ini memerlukan penanganan khusus seperti penggunaan masker oksigen atau suntikan obat tertentu seperti Ergotamin atau Sumatriptan. Oleh karena itu, apabila Anda menderita sakit kepala tipe yang terakhir ini, segera disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda.

Gambar  2 Perbedaan Sakit Kepala Primer

Sakit Kepala yang Berbahaya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan khusus dari dokter. Jenis yang pertama seperti yang dikatakan sebelumnya adalah TTH, Migren, atau Cluster Headache yang tidak membaik dengan pengobatan umumnya (pengobatan yang sudah disebutkan penulis di atas). Satu jenis sakit kepala lain yang TIDAK BOLEH DIANGGAP REMEH dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter adalah Sakit Kepala yang berhubungan dengan penyakit lain yang lebih berbahaya, seperti Stroke, Infeksi Otak, Tumor Otak, serta gangguan otak lainnya. Sakit kepala ini kita namakan sebagai Sakit Kepala Sekunder (Secondary Headache).

Jika begitu penting, bagaimana membedakan jenis sakit kepala tersebut dengan jenis sakit kepala lain yang tidak berbahaya seperti TTH, Migren, atau Cluster?

Jenis sakit yang berbahaya tersebut bisa muncul dalam bentuk TTH, Migren, atau Cluster, sehingga biasanya penderita tidak sadar mengenai hal tersebut. Sering kali sakit kepala yang berbahaya ini dikira sakit kepala biasa dan terlambat dikonsultasikan ke dokter. Terdapat beberapa tanda sakit kepala yang harus Anda waspadai sebagai sakit kepala yang berbahaya, yakni:

  • Sakit kepala Anda memberat dengan cepat (progresif)
  • Sakit kepala yang sampai membangunkan Anda dari tidur
  • Sakit kepala ini baru pertama Anda alami atau berbeda dengan pola sakit kepala yang biasa Anda rasakan
  • Sakit kepala yang Anda rasakan merupakan sakit kepala yang paling nyeri dari semua sakit kepala yang pernah ada
  • Anda berada di usia lebih dari 40 tahun atau kurang dari 5 tahun dan mengalami sakit kepala hebat
  • Sakit kepala Anda memberat atau lebih sakit ketika Anda batuk, mengedan, bersin, beraktivitas berat, atau ketika Anda berhubungan seksual
  • Anda memiliki risiko kanker (riwayat keluarga dengan kanker) dan mengalami sakit kepala pertama kali atau mengalami perubahan pola nyeri kepala
  • Adanya penurunan kesadaran (anda merasa bingung, linglung, atau pingsan) serta kejang saat sakit kepala muncul
  • Ada rasa kelemahan sesisi tubuh, bicara pelo, bibir mencong, suka tersedak, hilangnya pengelihatan, adanya pengelihatan ganda (double), baal sesisi tubuh, sakit perut hebat, atau muntah menyemprot sebelum-saat-sesudah sakit kepala muncul

Apabila sakit kepala anda memiliki salah satu karakter di atas, maka inilah saatnya anda berkonsultasi dengan dokter anda sesegera mungkin, karena kemungkinan besar sakit kepala anda adalah sakit kepala sekunder yang berhubungan dengan penyakit yang lebih berbahaya.

Demikian, tulisan mengenai sakit kepala. Semoga membantu menambah pengetahuan anda…. (MWRK)

huahahahaha. XD

huahahahaha. XD

yaniosmawati:

Bengawan Solo - Lisa Ono

Keroboss (Kerongcong & Bossanova) version. haha

sukasukasukasukasuka :)

KEREN!

(via avinaninasia)

April 19th, 2014
Jadwal Imunisasi IDAI terbaru! 2014…..

Jadwal Imunisasi IDAI terbaru! 2014…..

London at Dusk… so,so,so beautiful.. :”)
#photo by Jason Hawkes Aerial Photography http://goo.gl/Rf1R0S

London at Dusk… so,so,so beautiful.. :”)

by Jason Hawkes Aerial Photography

Do you have difficulties to differentiate Geek and Nerd? this picture may help you… :)

Do you have difficulties to differentiate Geek and Nerd? this picture may help you… :)

April 15th, 2014
eugenewhatup:

im so impressed with zedd because he wore all those clothes we have never seen before like black shirt (not plaid) puzzle necklace leather shoes jacket (NEVER EVER SEEN THAT ONE BEFORE) and his hair grew with his mustache shave, zedd

BAJUNYA BAGUS! #SalahFokus

eugenewhatup:

im so impressed with zedd because he wore all those clothes we have never seen before like
black shirt (not plaid)
puzzle necklace
leather shoes
jacket (NEVER EVER SEEN THAT ONE BEFORE)
and his hair grew with his mustache
shave, zedd

BAJUNYA BAGUS! #SalahFokus

(via loewsanatomy)

potentiallypr0blematic:

I found this hilarious.

(via loewsanatomy)

April 14th, 2014
Sok, yang mau nikah.. silahkan. :”)

Sok, yang mau nikah.. silahkan. :”)

April 13th, 2014
Kata ‘BERPENGALAMAN’ adalah momok bagi para pencari kerja
Terus bagi mereka yang minim pengalaman, mau nyari pengalamannya dimanaaa…. (via egopena)
spaceexp:

Milkyway by Firelight - Flat rock, Australia
Source: davidromaphotography (reddit)

spaceexp:

Milkyway by Firelight - Flat rock, Australia

Source: davidromaphotography (reddit)

(via scientificthought)

April 11th, 2014